Jalur Pendakian Gunung Ciremai Via Linggarjati

puncak ciremai

gunung ciremai

Gunung Ciremai adalah gunung berapi aktf dengan type staro dan merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat yang bisa dibilang juga Atap Bumi Priangan dengan memiliki ketinggian 3.078 Mdpl. Gunung ciremai terletak diantara Kabupaten Cirebon, Kuningan dan Majalengka

 

4 Jalur Pendakian Ciremai

  1. Jalur Apuy – Kabupaten Majalengka

  2. Jalur Palutungan – Kabupaten Kuningan

  3. Jalur Padabenghar – Kabupaten Kuningan

  4. Jalur Linggarjati – Kabupaten Kuningan

Dari semua jalur yang disebutkan diatas: jalur terberat dan jalur tersumeng adalah jalur Linggarjati, selain trek yang sangat terjal dan tidak dapat sumber mata air. Maka dari itu jika kitan ingin melakukan pendakian lewat jalur Linggarjati, persiapkan mental dan logistikmu dengan teliti

 

Akses Perjalanan

Jakarta – Kuningan – Linggarjati

Akses untuk menuju basecamp Linggarjati dibilang sangatlah mudah, kita bisa menggunakan bus antar kota dari terminal bus yang ada di Jakarta: Misalnya terminal bus Pulo Gadung, kita bisa  memilih bus Luragung Jaya untuk sampai di Pertigaan Linggarjati dan kemudian lanjut dengan menggunakan ojek untuk sampai ke Pos Pendakian Linggarjati

 

Pos Pendakian Linggarjati

linggarjati

Linggarjati terletak di Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Sesampainya di  pos pendakian sekitar pukul 03:30 kami masih harus menunggu pos registrasi yang dibuka pada pukul 08:00, waktu luang yang ada kami gunakan untuk beristirahat, sarapan,  packing keril ulang serta berbincang-bincang ngalor ngidul dan berbagi pengalaman pendakian dengan para ranger gunung Ciremai yang kami temui. Jadi gini gaes: Terkadang rasa akrab itu malah dimulai dari obrolan yang tidak penting, sederhana, yang ringan-ringan atau yang sudah sama-sama diketahui sambil ketawa-ketawa.. yahh begitulah kira-kira 😀

 

Proses Registrasi

Saking asiknya ngobrol-ngobrol gak terasa sudah hampir pukul 08:00 kami langsung menuju pos registrasi dari basecam pendakian dan langsung melakukan proses registrasi dengan simaksi sebesar Rp.50.000/orang serta melampirkan fotocopy KTP untuk melengkapi formulir pendaftaran

 

POS 1 (Cibunar)

cibunar

Dari basecamp Linggarjati menuju Pos 1 (Cibunar) diawali dengan jalan beraspal yang kanan kirinya terdapat area sawah dan perkebunan warga p[enduduk sekitar, jalanan aspal terkadang menanjak dan landai yang akan mengantarkan kami untuk sampai di pos pertama. Pos ini terdapat  sebuah warung, disini lah terakhir kita bisa melengkapi logistik jika ada yang kurang sebelum melanjutkan perjalanan ke pos berikutnya

 

POS 2 ( Leuweung Datar)

Untuk menuju Pos Leuweung datar kita harus melewati vegetasi hutan pinus dengan trek bebatuan padat dan licin yang mengantarkan kami sampai di pos Leuweng Datar

 

POS 3 (Condong Amis)

condong amis

Setelah beristirahat di Leuweung Datar kami melanjutkan perjalanan menyusuri tanah padat dengan trek menanjak. Pada pos Leuweung datar terdapat shelter yang bisa dimanfaatkan untuk berteduh karena lokasi ini banyak terdapat pepohonan yang rimbun

 

POS 4 (Kuburan Kuda)

Untuk sampai di pos Kuburan Kuda kami melewati trek yang didominasi dengan akar pepohonan yang mencuat dari dalam tanah, sesampainya dipos kuburan kuda kami terus bergerak menanjak karena dari informasi yang kami tangkap pos ini terkenal angker.. katanya loh ya 😀

 

POS 5 (Pangalap)

batu lingga

Setelah melewati pos kuburan kuda kami masih berjalan menanjak dengan trek yang sama berupa tanah yang padat dan akar-akar pepohonan, sesampainya di pos 5 kami berhenti dan beristirahat sejenak karena langit sudah mulai mendung utuk mempersiapkan jas hujan yang kami bawa didalam keril, dan tetiba hujan pun turun dengan deras, kondisi ini tidak memungkinkan kami untuk melanjutkan perjalanan jadi kami memutuskan bergegas membuka flysheet untuk berteduh dari air hujan. Sambil menunggu hujan agak reda kami memasak air untuk sekedar menghangatkan tubuh

 

POS 6 (Tanjakan Seruni)

seruni

Mengingat perjalanan yang masih teramat jauh dan hujan pun belum reda, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kembali dengan memakai jas hujan. Jadi gini gaes dari prinsip yang saya tekankan disini adalah “masa sama ujan takut, sama orang tua beraninya na’udzubillah” 😀

Untuk sampai pada pos seruni kami harus melewati trek yang makin menanjak curam yang terkenal dengan tanjakan bin-bin dan terus menanjak dilanjutkan dengan tanjakan seruni, pos ini terdapat area datar yg tidak terlalu luas. Akibat kelelahan dari tanjakan yang sudah dilewati tadi kami pun beristirahat dengan hujan yang sudah mulai reda

 

POS 7 ( Tanjakan Bapa Tere)

bapa tere

Setelah beristirahat di pos Tanjakan Seruni kami melanjutkan perjalanan kembali dengan tujuan ke pos berikutnya yaitu pos Tanjakan Bapa tere, namun sebelum sampai di pos bapa tere langit pun sudah mulai gelap dan kami memutuskan untuk bermalam disini dengan area tanah datar yang tidak terlalu luas hanya bisa untuk beberapa tenda saja.

Keesokan harinya langit yang sudah semakin cerah, setelah sarapan dan packing tenda pagi itu kami pun memulai perjalanan kembali. Baru saja melangkah beberapa meter saja kami menemukan plang yang bertulis kan Bapa Tere dan dengan tanjakan yang ekstrim dengan kemiringan sekitar 85 derajat. Kami dipaksa melewatinya dengan memanjat dengan berpegangan pada akar pepohonan untuk sampai ke atas, trek ini paling susah dan berat disepanjang jalur pendakian Linggarjati dan menjadi terkenal dalam pendakian gunung ciremai

 

POS 8 (Batu Lingga)

Perjalanan menuju pos Batu Lingga ini masih memanjat namun tidak separah seperti tanjakan bapa tere, sesampainya di pos batu lingga kami berhenti sejenak untuk sekedar minum dan menghilankan dahaga, lalu kami melanjutkan perjalanan ke pos berikutnya

 

Pos 9 (Sangga Buana)

sangga buana

Jalur menuju pos Sangga Buana masih memanjat, jangan putus asa karena di Pos Sangga Buana adalah pos terfavorit untuk mendirikan tenda, namun kami memutuskan untuk ngecamp di pos berikutnya, karena jarak untuk melakukan summit kepuncak agar tidak terlalu jauh

 

POS 10 (Pengasinan)

pengasinan

Untuk sampai pada pos Pengasinan kami melewati trek yang masih memanjat berupa tanah dan berbatu dan pepohonan pun sudah mulai terbuka, waktu tempuh menuju pos Pengasinan dibutuhkan waktu kurang lebih 1 jam. Setelah sampai di Pengasinan langsung saja kami mendirikan tenda sebelum melakukan perjalan menuju puncak ciremai. Pos pengasinan merupakan area dengan dataran yang cukup luas, dari sini kita bisa melihat keindahan kota Kuningan dengan sangat jelas

 

Gunung Ciremai Summit Attack

puncak ciremai

Perjalanan menuju puncak Gunung Ciremai terbilang cukup singkat, tetapi sangat menyiksa, butuh ketabahan untuk melewatinya hingga sampai terlihat keindahan yang hakiki. dari puncak Gunung Ciremai kita bisa melihat indahnya kota Kuningan dan beberapa gunung diantaranya: Gunung Slamet, Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing

puncak ciremai

Leave a Reply