Kumpulan Contoh Metode Penelitian | Kualitatif, Kuantitatif, Deskriptif, Karya Ilmiah, Skripsi, Makalah, Sosial

Kumpulan Contoh Metode Penelitian | Kualitatif, Kuantitatif, Deskriptif, Karya Ilmiah, Skripsi, Makalah, Sosial

Berbicara tentang metode penelitian, kali ini penulis akan membahasnya secara lengkap. Pembahasan ini mulai dari pengertian metode penelitian, tujuan penelitian, jenis penelitian, macam-macam metode penelitian dan contoh metode penelitian. Penulis juga akan menyertakan contoh penelitian yang dapat Anda simak.

metode pemelitian

Bagi Anda yang sedang mencari bahan referensi untuk membuat sebuah karya tulis ilmiah ataupun tugas penelitian, maka artikel ini sangat tepat untuk Anda baca. Sebab untuk melakukan sebuah penelitian tidak bisa lepas dari sebuah metode penelitian, sehingga penelitian tersebut bisa dikatakan ilmiah, teruji dan valid hasil penelitiannya serta bisa dipertanggung jawabkan.

Mengapa dikatakan tidak bisa lepas dari metode penelitian? Karena kenyataannya di lapangan banyak sekali ilmu tetapi tidak ilmiah alias tidak bisa dipertanggungjawabkan karena tidak melalui metode penelitian yang baik. Contohnya: ilmu tentang mitos orang jawa, ilmu primbon dan lain sebagainya.

Maka dari itu mari simak pembahasan selanjutnya di bawah ini:

Metode penelitian merupakan sebuah cara ilmiah  untuk mendapatkan dan mengumpulkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Terdapat empat poin yang perlu digaris bawahi dalam mempelajari pengertian metode penelitian, yaitu: cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan.

Cara ilmiah berarti tindakan atau kegiatan penelitian itu didasarkan pada syarat atau ciri-ciri keilmiahan, yaitu rasional, empiris dan sistematis. Rasional artinya penelitian tersebut dilakukan dengan cara yang masuk akal, terjangkau oleh penalaran manusia.

Empiris artinya cara yang dilakukan dapat diamati oleh indera manusia (bisa dibedakan ketika seseorang mencari uang yang hilang dengan memakai jasa paranormal). Sistematis artinya proses penelitian tersebut dilakukan dengan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.

Data yang diperoleh melalui penelitian tersebut adalah data yang teramati yang mempunyai kriteria tertentu yaitu valid. Valid merupakan derajat atau tingkat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek penelitian dengan data yang didapatkan oleh peneliti pada objek penelitian tersebut.

Misalnya, pada masyarakat tertentu terdapat 1000 orang miskin, namun peneliti melaporkan jauh di atas atau di bawah angka 1000 orang miskin, maka derajat hasil penelitian tersebut rendah.

Untuk memperoleh data yang langsung valid (dalam sebuah penelitian) memang tidaklah mudah, oleh sebab itu setelah peneliti mendapatkan data penelitiannya perlu diuji reliabilitas dan validitasnya. Jika data tersebut reliabel dan valid, maka ada kemungkinan data tersebut valid.

Tujuan dan kegunaan penelitian. Setiap penelitian pasti memiliki tujuan dan kegunaan tertentu. Secara umum tujuan penelitian adalah bersifat penemuan, pembuktian dan pengembangan.

Tujuan penelitian yang bersifat penemuan, artinya data yang diperoleh merupakan dari hasil penelitian yang benar-benar belum pernah ditemukan sebelumnya. Misalnya: Cara paling efektif dalam memberantas korupsi, tanaman pembunuh sel kanker dan sebagainya.

Tujuan penelitian yang bersifat pembuktian, artinya data yang didapat digunakan untuk membuktikan adanya keragu-raguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu. Misalnya: Apakah betul bahwa adanya reward  dapat meningkatkan prestasi kerja.

Tujuan penelitian yang bersifat pengembangan, artinya memperluas dan memperdalam pengetahuan atau penelitian yang sudah ada. Misalnya: Mengembangkan sistem pemberdayaan UKM yang efektif.

Demikianlah yang dapat penulis sampaikan tentang pengertian metode penelitian. Setelah Anda memahami pengertian metode penelitian ini, silahkan Anda baca juga ulasan lebih rinci di bawah ini. Semoga dapat membantu.

Tujuan Penelitian

Tujuan PenelitianSebuah karya penelitian pasti memiliki tujuan penelitian. Penelitian tanpa adanya tujuan tidak akan membuahkan hasil dan kesimpulan. Sehingga dapat penulis jelaskan bahwa tujuan penelitian merupakan sebuah rumusan hasil penelitian yang telah dirumuskan peneliti sejak awal, melalui analisis latar belakang masalah dalam penelitiannya.

Berikut ini adalah tujuan penelitian secara umum yaitu:

  1. Untuk memperoleh pengetahuan atau penemuan baru.
  2. Untuk menguji atau membuktikan kebenaran dari pengetahuan yang sudah ada.
  3. Untuk mengembangkan pengetahuan yang sudah ada.

Tiga poin tersebut di atas sudah penulis bahas pada poin sebelumnya “pengertian metode penelitian” (pada empat paragraf terakhir). Sedangkan tujuan penelitian yang lebih rinci, terbagi menjadi dua kategori, yaitu:

Tujuan Penelitian (Secara Teoritis)

Tujuan Penelitian TeoritisSecara teoritis, tujuan penelitian adalah usaha untuk mengetahui satu hal. Namun, pengetahuan yang diperoleh dari penelitian tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara praktis atau secara langsung. Sebutan lain dari penelitian ini adalah Basic Research  atau Pure Research.


Tujuan Penelitian (Secara Praktis)

tujuan penelitian praktisTujuan penelitian secara praktis adalah mencari dan menemukan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan langsung dalam kehidupan. Nama lain dari penelitian ini adalah Applied Research. Selain daripada itu ada beberapa tujuan penelitian praktis lainnya, antara lain:

  1. Tujuan Eksploratif
    Tujuan eksploratif adalah kegiatan penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru yang belum ada sebelumnya.

  2. Tujuan Verifikatif
    Tujuan verifikatif adalah kegiatan penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menguji atau membuktikan kebenaran dari pengetahuan yang sudah ada.

  3. Tujuan Pengembangan
    Tujuan pengembangan adalah kegiatan penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengembangkan atau menggali lebih dalam dari pengetahuan atau penelitian yang sudah ada sebelumnya.

Jenis-jenis Penelitian

Jenis-jenis PenelitianJenis-jenis penelitian secara garis besar terbagi menjadi dua kategori, yaitu berdasarkan kegunaan dan tujuannya. Penjelasan lebih rincinya adalah sebagai berikut:

Penelitian berdasarkan Pada Tujuan

  1. Penelitian Eksploratoris
    Tujuan Penelitian Eksploratoris adalah sebuah penelitian yang dilakukan terhadap masalah yang masih jarang diteliti. Masalah yang diteliti merupakan hal baru yang tidak banyak diteliti oleh para peneliti sebelumnya.

  2. Penelitian Deskriptif
    Penelitian deskriptif menunjukkan bahwa tujuan penelitian tersebut untuk memberikan penjelasan yang lebih rinci dan mendalam mengenai suatu permasalahan sosial yang menjadi objek penelitian.

    Kekuatan penelitian deskriptif tersebut terdapat pada kuantitas dan kualitas kalimat yang dijelaskan dalam bab hasil penelitian. Semakin deskriptif atau semakin banyaknya data dalam bentuk kalimat yang bisa disajikan dalam hasil penelitian, maka semakin bagus.

  3. Penelitian Eksplanatoris
    Penelitian Eksplanatoris ini mempunyai tujuan penelitian untuk menguji suatu teori atau hipotesa guna memperkuat atau bahkan menolak teori atau hipotesis dari penelitian yang sudah ada.

 

Penelitian Berdasarkan Pada Kegunaan

  1. Penelitian Murni
    Penelitian murni atau dapat disebut juga dengan penelitian dasar. Tujuan penelitian murni adalah untuk mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang langsung bersifat praktis.

    Jujun S. Suriasumantri (1985) menyatakan bahwa penelitian murni atau penelitian dasar merupakan sebuah penelitian yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui. Berbeda dengan penelitian terapan.

  2. Penelitian Terapan
    Jujun S. Suriasumantri (1985) menyatakan bahwa tujuan dari penelitian terapan adalah untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan praktis.

    Gay (1977) menyatakan bahwa tujuan penelitian terapan adalah dilakukan untuk menerapkan, menguji, dan mengevaluasi masalah praktis.

    Jadi, penelitian terapan tersebut lebih bersifat praktis dan aplikatif  karena penelitian ini berangkat dari sebuah permasalahan nyata bukan permasalahan yang bersifat teoritis atau mendasar.

  3. Penelitian Aksi
    Penelitian aksi atau biasa disebut dengan Action Research bertujuan untuk menyelesaikan masalah dengan cara melakukan serangkaian tindakan khusus (yang telah melalui telaah teoritis sebelumnya) secara nyata agar segera mendapatkan solusi yang terbaik untuk masalah dalam penelitian tersebut.

  4. Penelitian Kebijakan
    Tujuan Penelitian kebijakan adalah untuk menentukan suatu kebijakan berdasarkan data dan fakta di lapangan. Adapun hasil dari penelitian ini berbentuk peraturan, Surat keputusan, undang-undang, dan semua hal yang berhubungan atau memiliki kekuatan hukum.

  5. Penelitian Evaluasi
    Tujuan dari Penelitian evaluasi adalah untuk memberikan penilaian pada program tertentu, kegiatan, dan juga kebijakan yang ditujukan untuk mengintervensi masyarakat.

Macam-macam Metode Penelitian

Macam-macam Metode PenelitianMacam-macam metode penelitian yang akan dibahas dalam artikel ini ada lima macam, diantaranya:

  1. Metode Historis
    Metode historis ini mempunyai fungsi utama yaitu untuk merekonstruksi informasi kejadian di masa lampau secara sistematis dan objektif. Melalui cara pengumpulan data, membuktikan, menilai dan mensintesiskan bukti lapangan. Hal tersebut dilakukan untuk menghasilkan kesimpulan yang kuat dalam hubungan antar hipotesis.

    Dalam penerapan metode historis, dilakukan peneliti ilmuwan sosial yang telah mengajukan beberapa pertanyaan terbuka terhadap suatu kejadian di masa lalu. Selanjutnya memberikan beberapa jawaban dengan beberapa data dan kata yang telah disusun dalam format paradigma penjelasan.

    Sehingga penelitian yang menggunakan metode historis adalah sebuah penelitian yang sangat kritis terhadap situasi keadaan dan perkembangan sosial. Selain itu juga pengalaman masa lampau dan meninmbang dengan teliti, hati-hati pada setiap sumber-sumber sejarah, ditambah dalam menginterpretasikannya.

  2. Metode Deskriptif
    Tujuan dari metode deskriptif adalah untuk mengumpulkan data secara rinci, mendalam dan aktual. Dalam penelitian ini pada umumnya menjelaskan mengenai gejala-gejala yang sudah ada seperti mengenali masalah dan memeriksa kondisi yang masih berlaku. Penelitian ini juga membuat perbandingan tentang apa yang dilakukan dalam menentukan solusi dalam menghadapi suatu permasalahan.

    Sehingga pada saat menerapkan metode penelitian deskriptif, berarti peneliti memiliki tujuan penelitian untuk menggambarkan secara sistematis suatu fakta tertentu secara aktual dan teliti. Selain daripada itu metode ini juga tidak hanya memaparkan analisa namun juga memadukan dari klasifikasi dan organisasi.

    Dapat disimpulkan bahwa penelitian deskriptif merupakan sebuah metode penelitian dalam mencari dan menemukan pengetahuan sesuai penemuan yang nyata di lapangan. Sehingga dalam prakteknya, metode ini lebih menekankan pada observasi lapangan dengan kondisi yang ilmiah.

  3. Metode Penelitian Korelasional

    Metode penelitian korelasional adalah metode penelitian yang dilakukan dengan cara menghubungkan satu variabel dengan variabel lainnya. Hubungan antar variabel itu biasa disebut korelasi. Metode penelitian ini sangat cocok digunakan untuk meneliti variabel-variabel yang kompleks dan rumit, yang tidak bisa diselesaikan dengan metode eksperimental. Tujuan dari metode ini adalah untuk mengetahui hubungan antar variabel, atau untuk menciptakan hubungan tersebut sebagai bahan prediksi (Menurut Gay dalam Ezmir).

  4. Metode Penelitian Eksperimental
    Metode penelitian Eksperimental adalah penelitian yang dilakukan dengan cara memanipulasi atau mengontrol situasi dan kondisi alamiah, sehingga melahirkan kondisi buatan (artificial condition).

    Penelitian ini hanya dapat dilakukan bilamana peneliti memungkinkan untuk memanipulasi objek penelitian, serta dapat melakukan kontrol yang direncanakan terhadap objek tersebut. Maka ada 3 hal pokok yang perlu dilakukan dalam metode penelitian eksperimental, yaitu manipulasi, kontrol dan pengamatan.

    Menurut  Isaac dan Michael (1977: 24), tujuan dari metode penelitian eksperimental ini adalah untuk mengetahui kemungkinan kausalitas dari satu atau lebih perlakuan kondisi eksperimen yang diberikan kepada satu atau lebih kelompok eksperimen. Selanjutnya menganalogikannya dengan satu atau lebih kelompok eksperimen tanpa perlakuan.

    Nah, manipulasi adalah mengubah-ubah perlakuan, sifat-sifat, nilai variabel atau kelompok eksperimen secara sistematis dan terkontrol. Kontrol merupakan kunci pokok dalam metode ini. Apabila tidak ada kontrol maka data tersebut tidak akurat.

  5. Metode Penelitian Eksperimen Semu (Quasi Eksperimental)
    Quasi eksperimental adalah metode penelitian yang mempunyai pengukuran dampak, perlakuan, unit eksperimen, namun tidak menggunakan penugasan acak untuk menciptakan perbandingan dalam rangka mengambil kesimpulan atas perubahan yang ditimbulkan perlakuan. Oleh sebab itu metode penelitian ini sering disebut sebagai eksperimen pura-pura.

 

Contoh Metode Penelitian

BAB IV

METODE PENELITIAN

Kerangka Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian Quasi eksperimental dengan rancangan Non Equivalent control Group. Terdapat dua kelompok dalam penelitian ini yaitu kelompok eksperimental yang diberi perlakuan dan kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan. Pasien Demam Berdarah Dengue yang menyatakan bahwa setuju untuk berpartisipasi dalam penelitian ini akan diperiksa nilai trombosit darahnya.

Kemudian, pasien kelompok eksperimental akan diberi sirup temulawak sesuai dengan perhitungan nilai gizi pasien 2 kali sehari selama 2 minggu. Selanjutnya akan dilakukan evaluasi kembali pada akhir minggu pertama dan kedua. Penilaian dilakukan dengan cara membandingkan hasil nilai trombosit darah pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.


Lokasi Penelitian

Lokasi dalam penelitian ini akan diselenggarakan di Rumah Sakit xy


Unit Analisis

  • Subjek Penelitian
    Subjek dalam penelitian ini adalah pasien demam berdarah

  • Objek Penelitian
    Objek dalam penelitian ini adalah nilai trombosit darah

Populasi dan Sampel

  • Populasi
    Pasien yang terserang Demam Berdarah Dengue yang memberikan informed consent  (pernyataan setuju untuk berpartisipasi dalam penelitian).
  • Sampel
  • Jumlah Sampel
    Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak x orang
  • Cara Pengambilan Sampel

Kriteria Inklusi :

  • Tidak mempunyai riwayat penyakit atau pasien sebelum terkena demam berdarah dinyatakan sehat

Kriteria Eksklusi :

  • Mengundurkan diri
  • Tidak meminum sirup temulawak yang diberikan secara teratur

Variabel Penelitian

  • Variabel Bebas
    Variabel bebas pada penelitian ini adalah pasien demam berdarah.

  • Variabel Terikat
    Variabel terikat dalam penelitian ini adalah nilai trombosit darah

 

Definisi Operasional

VariabelDefinisi OperasionalCara PengukuranSkala
Alat UkurHasil Ukur
TrombositopeniaKondisi yang mana trombosit pada sirkulasi kadarnya di bawah normal (150.000 – 350.000/ µL)Automated Hematology Analyzer100.000/ul atau kurangOrdinal

Demam Berdarah Dengue (DBD)

Ruam, limfadenopati, trombositopenia, Manifestasi klinis demam, nyeri otot dan/atau nyeri sendi yang disertai leukopenia dan diatesis hemoragikLaboratorium dan Uji  klinis(-) negatif (+) positifNominal
Konsumsi Sirup TemulawakIntensitas pasien dalam mengkonsumsi sirup temulawak yang diberikanInterviewIntensitas :

  1. Teratur
  2. Tidak teratur
Nominal



Instrumen Penelitian

Alat dan Bahan

  1. Alat yang digunakan dalam pembuatan sirup temulawak:
  • Panci
  • Baskom
  • Pisau
  • Kompor
  • Saringan
  • Neraca
  • Pengaduk
  • Botol Kaca

  1. Bahan:
  • Temulawak
  • Gula Pasir
  • Air
  • Perasan Jeruk Nipis
  • Cengkeh
  • Kapulaga
  • Vanilli
  • Kayu Manis

Cara Kerja:

  1. Temulawak yang sudah dikeringkan dicampur dengan kapulaga, kayu manis dan cengkeh yang telah dibuang kepalanya.
  2. Tambahkan air lalu masak hingga air tinggal 1 liter. Selama
    memasaknya diaduk-aduk terus.
  3. Diamkan selama 1 malam.
  4. Disaring untuk diambil ekstrak rebusan campuran tersebut.
  5. Ekstrak ramuan ini ditambah gula pasir lalu di masak sambil diaduk-aduk hingga gula seluruhnya larut.
  6. Tambahkan perasan jeruk nipis dan vanilli.
  7. Disaring dengan saringan kain yang bersih kemudian ditambahkan.
  8. Selagi masih panas masukkan kedalam botol yang telah bersih dan
    steril, kemudian tutup rapat-rapat.

Teknik Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan adalah data  primer hasil pengukuran di laboratorium.

Teknik Analisis Data

Hasil pengukuran nilai trombosit darah pada pasien demam berdarah dianalisis dengan dua metode, yaitu one way ANOVA (analysis of variance) dan independent-T test. Analisis data dilakukan dengan aplikasi SPSS 16. Terdapat uji prasyarat dalam metode one way ANOVA, yakni uji homogenitas. Uji prasyarat ini dilakukan pada pemeriksaan I.

Leave a Comment