Pendakian Gunung Lawu Bersama Team Pecel

hargo dumilah

gunung lawu

Gunung lawu merupakan gunung yang memiliki keindahan tersendiri dengan ketinggian 3,265 Mdpl, gunung lawu berada diantara Kabupaten Karang Anyar, Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Magetan yang menjadi batas antara Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Gunung lawu memiliki beberapa jalur pendakian yaitu: Jalur Cemoro Kandang, Jalur Cemoro Sewu, Jalur Jenawi, dan Jalur Ngawi, sesuai dari rokomendasi sari salah seorang team kami yang sudah pernah ke gunung lawu maka jalur yang menjadi pilihan kami adalah jalur yang sering dilewati oleh para pendaki dan para peziarah  yaitu jalur pendakian Cemoro Sewu Kabupaten Magetan – Jawa Timur

Pemberangkatan kami dimulai dari stasiun Pasar Senen – Jakarta Pusat pada pukul 22:20 sesuai jadwal kereta yang akan kami tumpangi yaitu kereta ekonomi Progo dengan arah tujuan ke stasiun Kutoarjo hingga tiba pada pukul 05:30 dengan tarif IDR. 140.000

Dari setasiun Kutoarjo kami masih harus transit kembali untuk melanjutkan perjalanan dengan stasiun tujuan Solo Balapan menggunakan kereta api Prameks atau Prambanan Ekspres pada pukul 06:30, sekitar waktu perjalanan kurang lebih 2 jam 30 menit akhirnya kami sampai di stasiun Solo Balapan.

Sesampainya di stasiun Solo Balapan kami sudah ditunggu oleh supir mobil yang biasa membawa para pendaki ke jalur pendakian gunung lawu, sebelumnya supir ini sudah di booking oleh salah seorang team kami yang dulu sudah pernah diantar olehnya ke jalur pendakian, dan kami langsung meluncur dengan kecepatan maksimal dengan di-asoy-kan musik gamelan khas Solo dari tape mobilnya.

Soto Tawangmangu

soto tawangmangu

Sebelum sesampai di jalur pendakian Cemoro Sewu kami meminta sopir agar mampir ke sebuah warung soto dengan harga murah porsi banyak untuk mengisi perut, tidak jauh dari terminal bus Tawangmangu kabupaten Karanganyar, yang membedakan mungkin suasana saat menikmatinya dengan hawa sejuk makanan terasa lebih nikmat karena perut cepat lapar 🙂

Basecamp Cemoro Sewu

basecamp cemoro sewu

Setelah selesai berwisata kuliner kami pun bergegas melanjutkan perjalanan menuju basecamp Cemoro Sewu sehingga kami tiba pada pukul kurang lebih 14:45 dan kami langsung mendaftarkan kepetugas loket masuk jalur pendakian Cemoro Sewu, serta membayar uang tiket masing-masing sebesar sepuluh ribu rupiah serta mengisi identitar diri pendakian.

setelah semua proses selesai kami tidak lupaberdoa terlebih dahulu sebelum melakukan pendakian.

Trek Jalur Cemoro Sewu

trek cemoro sewu

Trek di jalur pendakian cemoro sewu ini berupa tanjakan bebatuan dari Pos pendaftaran sampai ke pucuk, namun yang dibutuhkan untuk sampai kepuncak gunung lawu relatif sangat singkat daripada jalur lainnya.

memulai pendakian dengan jalanan berbatu yang sudah tersusun rapi, hutan yang rimbun dan sesekali terdapat tanjakan, lumayan lah untuk memanaskan dengkul sebelum menempuh jalanan yang lebih terjal

Pos 1 (Wes-Wesan)

pos lawu

sampai di Pos 1 (Wes-Wesan) terdapat sebuah shelter yang cukup luas bisa menampung banyak orang, dan sebuah warung yang kebetulan tutup pada waktu itu kami beristirahat sebentar lalu kemudian berjalan kembali menuju ke pos 2

Pos 2 (Watu Gedeg)

watu gedeg

trek menuju pos 2 (Watu Gedeg) jalurnya mirip seperti sebelumnya didominasi oleh jalan berbatuan bertangga, namun jalannya lebih menanjak dari sebelumnya karena banyak batu besar dikiri dan kanan, sesampainya di pos 2 langit sudah agak gelap dan kami memutuskan untuk bermalam disini dan mendirikan tenda di sekitaran shelter, di samping shelter pos 2 terdapat warung yang kebetulan buka pada kami datang yang menjual nasi bungkus plus lauk didalamnya, berbagai macam gorengan dan minuman hangat

Pos 3 (Watu Gede)

pos watu gede

ke esokan harinya kami melanjutkan perjalanan ke pos 3 (Watu Gede) dan masih ditemani oleh batu-batu besar sepanjang jalan dan lebih terjal dari sebelumnya, pemandangan kebawah semakin cihuy karena kita berada dilereng gunung, di pos 3 tidak terdapat warung namun seperti pos 1 dan 2 ada sebuah shelter untuk beristirahat

Pos 4 (Watu Kapur)

pos watu kapur

tidak lama beristirahat di pos 3 kami melanjutkan perjalanan ke pos 4 (Watu Kapur) jalur yang dilewati semakin menanjak tiada henti, masih tipe tangga berbatu dan bersebelahan dengan jurang sehingga jalannya sempit dan terdapat beberapa pegangan besi untuk keamanan pendaki.

Pos 4 berupa dataran sempit dan hanya bisa menampung sekitar 2 tenda saja. di pos ini sudah terlihat bahwa kami sudah berada di atas awan. Pemandangan yang sangat indah dan banyaknya bunga Edelweiss membuat kami merasa senang dan lega sudah berada di atas awan.

Pos 5 (Jolotundo)

pos jolo tundo

Dari pos 4 ke pos 5, masih dengan jalur berbatu, namun anak tangga semakin landai dan tidak membutuhkan waktu panjang, sesampainya di pos 5 kami bisa mendirikan tenda dipos ini namun bukan tempat yang ideal untuk bermalam disini

Sendang Drajat

jolo tundo

Selepas pos 5, awal perjalanan mengharuskan kita untuk menuruni bukit terlebih dahulu meskipun kemudia kita dipaksa memanjat kembali, perjalanan singkat, tidak terlalu jauh untuk sampai di Sendang Derajat.

Sendang Derajat sendiri adalah tempat datar yang cukup luas sehingga banyak pendaki yang mendirikan tenda di sini, beristirahat, menyiapkan tenaga untuk melakukan summit atack, memburu sunrise, di pagi hari keesokannya. Bisa dibilang bahwa Sendang Derajat adalah tempat paling ideal untuk bermalam.

Selain menyediakan area untuk mendirikan tenda yang cukup luas, di sini pun kamu bisa menemukan sumber air. Banyak sekali pendaki yang menyarankan untuk memanfaatkan sumber air itu untuk memenuhi kebutuhan air. Namun, sebagian lagi melarangnya, karena sumber air yang berada di Sendang Derajat dipercaya sebagai tempat keramat, namun setelah mendirikan tenda disini pada waktu itu hari masih sore kami memutuskan untuk menuju puncak tertinggi gunung Lawu, puncak Hargo Dumilah.

Puncak Hargo dumilah

hargo dumilah

Puncak paling tinggi ini dikenal sebagai tempat yang diselimuti misteri. Puncak ini sering dijadikan tempat berkumpulnya para jawara, entah untuk meditasi atau saling memamerkan kesaktian mereka. Di sini, kami menemukan Tugu dengan bendera merah putih  yang berada di ketinggian 3.265 mdpl

setelah kami puas di puncak Hargo dumilah dan langit sudah mulai gelap, kami kembali ke tenda untuk bermalam di Sendang Drajat

Sunrice Sendang Drajat

sendang drajat

Keesokan harinya kami memutuskan untuk tidak melakukan summit kembali ke Hargo Dumilah, tetapi cukup dari Sendang Drajat kami menikmati matahari terbit dan samudra diatas awan

Warung Mbok Yem

warung mbok yem

Hari sudah semakin siang kami memutuskan untuk melakukan perjalanan pulang karena mengejar kereta dari stasiun Solo menuju kembali ke Jakarta

Perjalanan pulang dari Sendang Drajat kami memilih melintas dan turun dari Cemoro Kandang, tidakj jauh dari Sendang Drajat mampir ke warung yang fenomenal di Gunung Lawu, warung tertinggi di Indonesia  yaitu Warung Mbok Yem. mendaki ke Gunung lawu rasanya kurang afdol kalo gak mampir dan selfi bersama Mbok Yem 🙂

Leave a Reply