Jalur Pendakian Gunung Semeru Via Ranu Pane

Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi dipulau Jawa yang termasuk dalam deretan Seven Summit Indonesia yang memiliki ketinggian 3.676 Mdpl. Gunung Semeru juga merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatra dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat. Gunung Semeru memiliki kawah yang dikenal dengan nama Jonggring Saloko yang dalam kurun waktu sekitar 20 menit sekali mengeluarkan abu vulkanik berwarna pekat dan pasir. Puncak Mahameru ini sangat populer dikalangan para pendaki dengan sebutan ‘Puncak Abadi Para Dewa’. (wikipedia)

gunung semeru

 

Perjalanan Yang Bikin Sumeng

Pada tanggal  17 Juli 2016 sekitar seminggu setelah hari raya Idul Fitri, kami terdiri dari 3 orang memulai perjalanan dari stasiun Jatibarang – Indramayu dan disusul 2 orang lagi dari Jakarta yang berencana akan bertemu di stasiun Malang, Karena kereta yang kami tumpangi dengan tujuan ke Pasar Turi Surabaya, setelah beristirahat sejenak kami bertiga bergegas meninggalkan stasiun Pasar Turi, untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju stasiun Malang, sekitar jarak tempuh 5 jam dengan menggunakan angkot dilanjut bus antar kota terus lanjut angkot lagi dan angkot lagi sampai sumeng akhirnya kami tiba pada stasiun malang sekita pukul 07:30

pasar turi

Di stasiun Malang kami masih menunggu 2 orang lagi dari Jakarta yang masih dalam perjalanan, sekitar menunggu satu jam akhirnya tim kami komplitlah menjadi 5 orang yang ganteng-ganteng 😀

Dari stasiun Malang kami melanjutkan perjalanan menuju basecamp Pasar Tumpang dengan menggunakan angkot yang sudah menunggu didepan stasiun Malang. Perjalanan dari Stasiun Malang menuju Pasar Tumpang memakan waktu sekitar 20 menit. Pasar Tumpang Merupakan sebuah basecamp atau tempat berkumpulnya para pendaki sebelum memulai perjalanan menuju basecamp Ranupani gunung semeru.

stasiun malang

Dari Pasar Tumpang kita bisa menumpangi mobil jeef yang sudah tersedia bagi para pendaki yang ingin menuju ke kawasan Bromo Tengger Semeru, tetapi kami memilih untuk menggunakan mobil Truk dengan biaya 5orb/orang, sebelum menuju ke basecamp Ranupani kami melengkapi logistik yang dibeli disekitar Pasar Tumpang dan sebagian dari kami menunjukan surat keterangan kesehatan yang kami bawa dari rumah dan mengisi formulir pendaftaran untuk diserahkan pada petugas registrasi di basecamp Ranupani nanti. Perjalanan dari Pasar Tumpang Menuju Basecamp Ranupani menghabiskan waktu sekitar 1 jam 30 menit dengan melewati area perbukitan Bromo

ranu pani

Pukul 14.15 kami sampai di basecamp Ranupani dan langsung menyerahkan formulir yang sudah kami isi untuk menyelesaikan proses registrasi sebelum memulai pendakian. Setelah proses registrasi selesai, tim kami diarahkan oleh pihak ranger untuk mengikuti briefing terlebih dahulu.

Pukul 16.00 kami memulai perjalanan kami dari Ranupani dengan tujuan Ranukumbolo sebagai tepat ngecamp pertama kami. Diawali dengan trek landai sedikit menanjak dengan pemandangan kawasan perladangan penduduk sekitar. Setelah itu kami memasuki kawasan hutan (Watu Rejeng) dengan trek semakin menanjak. Jarak dari Ranupani ke Watu Rejeng sekitar 5 Km dengan waktu tempuh 2 jam 30 menit dengan kondisi trek yang semakin tertutup rapat oleh pohon-pohonan yang rungseb, dengan medan jalan yang hanya setapak dan menanjak. Dari Watu Rejeng perjalanan dtu kawan yang berada diluar tenda yang meluapkan rasa kagumnya akan keindahan danau ranukumbolo di pagi hari, akhirnya saya pun penasaran dan bergegas untuk keluar dari tenda, dan ternyata Ajiiiiibbb Ranukumbolo emang top dan pantas dijuluki surga kecil yang tersembunyi di kaki gunung Semeru walaupun sering kali diselimuti kabut 😀

ranukumbolo

 

Surga Tersembunyi Ranukumbolo

Kabut menutupi hampir seluruh permukaan Ranu Kumbolo dan Tanjakan Cinta pada pagi itu, namun keindahannya tidak biasa diungkapkan dengan kata-kata.

Setelah puas mengabadikan moment di sekitar danau, kami pun melanjutkan perjalanan untuk sampai pada Pos Kalimati, dari Ranukumbolo kami harus melewati tanjakan yang fenomenal karena mitosnya yaitu Tanjakan Cinta, pernah denger mitos Tanjakan Cinta.?? mpretttttt… yang nentuin jodoh bukan tanjakan ini tapi Allah Subhanahu wa ta’ala 😀

tanjakan cinta

Padang Oro-Oro Ombo

Setelah melewati tanjakan cinta lalu kami melewati turunan ke Oro-Oro Ombo, di area ini dikenal dengan bunga yang katanya bunga Lavender, tapi itu salah kata Malih sebenernya itu bunga Blao.. ehh Verbana Braziliensis ding wkwkwk

 

Cemoro Kandang dan Pohon Cemara

Setelah melewati padang Verbaena di Oro-oro Ombo kemudian sampai di Pos Cemoro Kandang. Pos ini banyak terdapat di kiri kanan kulihat saja banyak pohon cemaraaa lalalalaaaaa.. 

 

Macan Kumbang Jambangan

Setelah melewati cemoro kandang jalurnya landai dengan jalan setapak yang terdapat semak-semak yg tinggi, sekitar perjalanan 1 jam 30 menit sampailah di pos Jambangan yang kata ranger gunung semeru disini biasanya menjadi perlintasan macan kumbang, jadi kami tidak lama beristirahat disini dan lanjut ke pos selanjutnya

jambangan

Kalimati Camp Ground

Dengan berjalan yang agak terburu-buru dan sering kali lari-lari kecil akhirnya kami tiba di Pos Kali Mati, dan tidak lupa bernarsis dulu di papan penanda lokasi Kalimati setelah itu baru kami mendirikan tenda untuk bermalam kembali disini sebelum melakukan summit attack.

 

Mahameru Summit Attack

Setelah mendirikan tenda kami beristirahat dan menunggu malam sembari melakukan persiapan untuk menuju Puncak Mahameru, sekitar pukul 23:30 saatnya kami siap untuk melakukan Summit Attack ke Puncak Mahameru, berselimut kabut tebal Kalimati yang dinginnya bisa bikin anak jadi sumeng, tapi gapapa semua itu terkalahkan dengan tekad dan semangat yang membara.

 

sebelum melakukan Summit Attack kami tidak lupa untuk berdo’a dan serentak dari tim kami membaca sholawat terlebih daluhu dan mulai melakukan perjalanan.

 

Setelah beberapa melangkah melewati hutan dan jalan setapak dengan tipikal jalur yang menajak dan diantara tebing dan jurang, sampailah kami di  Arcopodo dan kami akan memasuki batas vegetasi yang bernama Cemoro Tunggal, disini salah satu dari tim kami ada yang sakit diakibatkan oksigen yang semakin menipis dan karena memaksakan diperjalanan mungkin katanya terkena kram perut, atau terkena Sumengan.. 😀 Sehingga salah satu orang lagi dari tim kami mengantar turun kembali ke camp groun Kalimati.

 

Tersisa tiga orang kami melanjutkan perjalanan dengan trek berpasir yang Selangkah menjejakkan kaki, separoh lebih merosot kebawah. Begitu seterusnya. Dengan kemiringan yang ekstrim dan brutal dengan Zona Kematian atau Jalur Tengkorak dan juga diberi nama Blank 75. Namun semua itu tidak mudah untuk menyesatkan kami, dan kami tetap di jalan yang lurus dan benar (Takbir)

semeru

Allahu Akbar dan Alhamdulillah kami bertiga telah sampai pada Atap Pulau Jawa

Mahameru.. One point lesson learned: Reveal yourself to the world & nature will embrance you

Leave a Reply