Pendakian Gunung Tampomas Sumedang

puncak tampomas

gunung tampomas

 

Tampomas adalah sebuah gunung berapi disebelah utara kota Sumedang dengan ketinggian 1684 Mdpl, gunung ini juga memiliki sumber air panas yang keluar didaerah sekita kaki gunung

Gunung Tampomas disebut-sebut dalam naskah Bujangga Manik sebagai Gunung Tompo Omat (Gunung Tampah Emas) diwilayah Medang Kahiangan (Sumedang)

Sejak kecil saya sudah biasa melihat gunung ini berdiri kokoh dari sudut kampung halaman tempat saya tinggal, dan belum pernah terpikir untuk menanjakinya. Namun dari hasil cerita kawan-kawan yang sudah sering kali kesana dengan cerita yang terlalu mendramatisir, akhirnya saya mempunyai rasa penasaran yang kuat seakan-akan ada panggilan jiwa untuk menjejaki alamnya

Setelah dirayu-rayu, dipaksa, dan digombal-gombalin ala anak zaman now, akhirnya saya luluh dalam bujukan, rayuan dan segala tipudaya mereka 😀

 

Otewekeun Lurr

yoweslah kita otewekeun.. Pada saat itu tepatnya tanggal 1 Juli 2017 hari Jum’at kami berencana berangkat dengan menggunaka kendaraan bermotor saja, karena jalur pendakian tidak terlalu jauh dari desa tempat kami tinggal. Yang terlibat dalam pendakian kali ini terkumpul hanya 6 orang saja dengan 3 motor berboncengan, sekitar pukul 10:30 kami meluncur  dengan kecepatan maksimum pokoknya kenceng banget lah ngebut gasspooll broo 😀

Baru saja sampai desa Bantar Huni kecamatan Gantar, karena jam sudah menunjukan pukul 11:30 kami memutuskan untuk beristirahat dan sekaligus untuk menunaikan ibada sholat Jum’at

Setelah selesai Jum’atan sekitar pukukl 12:30 kami tancap gas lagi menuju kota Sumedang terlebih dahulu untuk membeli logistik dan frame tenda mengganti yang sebelumnya sudah putus

 

Basecamp Narimbang

curug narimbang

Pada pukul 15:30 kami tiba dijalur pendakian Gunung Tampomas yaitu di Basecamp Narimbang, di area narimbang terdapat curug atau air terjun basaha inggrisnya watterfall 😀

tanpa banyak basa-basi kami langsung membayar tiket masuk sebesar Rp.5.000/orang sudah termasuk untuk sewa parkir motor dalam seharian, dibasecamp ini kami tidak perlu memlalui proses registrasi dan mengisi formulir, kami hanya dimintai KTP saja dari salah satu anggota kami yang terlibat dalam pendakian

 

Seperti biasa sebelum memulai pendakian, kami terlebih dahulu berdo’a kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar saat pendakian dihindari dari segala bahaya dan rintangan selamat sampai tujuan dan kembali kerumah dalam keadaan sehat wal afiat. mari aminkan berjamaah kawan-kawan.. Aamiin

 

Perjalanan Mendaki

perjalanan tampomas

Setelah slesai berdo’a sekitar pukul 16:00 kami memulai pendakian dan baru berjalan beberapa meter saja kami langsung digebug dengan tanjakan yang cukup mengusar tenaga, namun dengan keindahan alamnya dapat menghilangkan rasa lelah.

ditengah perjalanan menuju pos 2 mendadak kami diguyur hujan yang lumayan deras, semua anggota pun bergegas mengeluarkan jas hujan dari keril untuk kemudian langsung memakainya. Hujan tidak menghentikan langkah kami yang tetap bergerak menanjak perlahan

 

Pos 2 (Pasir Seleh)

warung tampomas

Sekitar pukukl 17:30 akhirnya rombongan kami tiba di pos 2, di pos ini terdapat sebuah warung sehingga kami bisa beristirahat sambil menunggu hujan reda, ternyata pemilik warung ini biasa di panggil Abah, langsung saja rombongan kami memesan teh masnis hangat dan mie rebus  pake telor cabenya tiga gorengannya dua bahh 😀

setelah selesai bersantap kami pun masih menunggu hujan yang belum juga reda, ternyata hujannya awet kayak kisah cintanya romeo & juliet, awet 😀
Sampai sekitar pukul 22:00 hujan sudah benar-benar berhanti namun angin yang berhembus masih terasa sangat dingin, kami harus segera melanjutkan perjalanan kembali

 

Pos 3 (Watu Kukus) dan Penampakan Makhluk Lengket

Tak terasa kami melewati Pos 3, kami dipanikkan oleh penampakan makhluk lengket penghisap darah yang benama “Pacet” yang seringkali menempel dibagian para anggota kami,  digigit pacet itu rasanya geli-geli gimena gitu hehe anggap saja donor darah sama pacet lah 😀

 

Pos 4 (Persimpangan)

Dengan berjalan santai tetiba kami menemukan persimpangan jalan dan sebuah plang bertuliskan Pos 4, disinilah titik temu jalur dari Cimalaka dan Narimbang untuk menuju kepuncak gunung Tampomas

 

Pos 5 (Watu Gede)

Berjalan sekitar sekitar 30 menit dari pos 4 kami menemukan sebuah kawah yang tidak terlalu besar berbentuk lubang yang tidak terlalu besar.. hmmm ini rupanya pos 5 saudara-saudara sekalian, terlihat dari papan penanda yang menempel dipohon 😀

 

Pos 6 (Lupa Lagi Namanya Pos Apa) 😀

Setelah tengak tengok disekitar area kawah dengan menggunakan headlamp, kami melanjutkan perjalanan dengan langkah kaki yang sedikit gontai akibat tenaga yang terkuras dan medan jalanan yang semakin menanjak dengan hampir kemiringan sekitar 75 drajat, berbatu dan curam yang sesekali kami harus memanjat untuk sampai keatas, lumayan hanya membutuhkan sekitar 15 menit kami sampai di pos 6

 

Pos 7 (Puncak Sanghyang Taraje)

puncak sanghyang taraje

puncak tampomas

Saat kami sampai di pos 6. Pos ini jalur bebatuan yang lumayan banyak dan hati-hati juga karena bukan menanjak saja tapi harus manjat pula sama seperti pos sebelumnya. Jarak pos 6 ke pos 7 ini sedikit lebih panjang dari pos 5 ke pos 6

Sekitar pukul 01:00 kami memasuki area yang sudah terbuka, dan inilah Puncak Sanghyang Taraje, Puncak Gunung Tampomas dan Puncak tertinggi se-Sumedang 😀

ternyata di puncak sudah terdapat beberapa tenda dari pendaki-pendaki yang lainnya.

Langsung saja kami pun langsung mencari lahan yang datar untuk mendirikan tenda untuk bermalam disini

 

Sumedang (Di Papaes Ku Cipeles Di Kuruling Ku Gunung)

sumedang

Setelah beristirahat cukup lumayan kami dibangunkan oleh kicauan burung dari sekitar area puncak dan sudah mulai ramai oleh pendaki lain yang sudah duluan bangun.. hmmm rupanya sudah pagi.. langsung saja memasak air untuk menyeduh kopi. Woy udah pada ngopi belom? Diem-Diem Bae… Ngopi Ngapa Ngopi 😀

Ziarah Ke Makam Radja Padjajaran

makam gunung tampomas

Setelah menikmati Puncak Gunung tampomas dan berselfi-selfi alay tak terasa matahari sudah semakin tinggi dan sebelum melakukan perjalanan pulang, sebagian dari kami berniat untuk berkunjung ke komplek pemakaman yang ada di area sekitar puncak Tampomas yaitu yang diyakini oleh masyarakat sekitar adalah makam Radja Padjajaran terdahulu

Leave a Reply