5 Pasukan Tentara Indonesia Yang Ditakuti Dunia, Jumlah, Kekuatan, dan Tugasnya

tentara indonesia

Tentara Nasional Indonesia atau biasa disingkat TNI merupakan sebuah nama angkatan perang dari negara Indonesia. Tentara Indonesia pada awal dibentuk dengan nama Tentara Keamanan Rakyat (TKR) kemudian berganti nama menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) dan kemudian diubah lagi namanya menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) hingga saat ini.

tentara indonesia

Tentara Nasional Indonesia (TNI) terdiri dari tiga angkatan bersenjata, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. TNI dipimpin oleh seorang Panglima TNI, sedangkan masing-masing angkatan dipimpin oleh seorang Kepala Staf Angkatan. Panglima TNI pada masa kini adalah Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Jumlah Tentara Nasional Indonesia 2018

jumlah tentara nasional indonesia

Berdasarkan rilisan majalah Amerika Serikat, yakni Forbes, Indonesia berada di urutan keempat dalam daftar negara-negara Asia dengan kekuatan militer terbesar. Peringkat Indonesia di bawah Cina, India, dan Korea Utara.

Dalam rilisan tersebut, majalah Forbes membuat daftar kekuatan militer terbesar dengan melihat jumlah personel militer beserta belanja militernya.

Menurut majalah Forbes, saat ini Indonesia memiliki jumlah tentara aktif yang mencapai 676.500 orang, dengan anggaran yang digunakan untuk belanja militer sebesar US$ 7,6 miliar atau sekitar Rp 99,6 triliun.

Angka terbaru yang dirilis Forbes naik jauh dibanding yang dirilis pada 2015, di mana Tentara Nasional Indonesia memiliki anggaran militer sebesar US$ 6,9 miliar.

 

Kekuatan Militer Indonesia

Kekuatan Militer Indonesia

Berikut ini adalah daftar Alutsista untuk TNI di tahun 2018, sebagian besar adalah alutsista yang dibeli pada masa kebijakan Minimum Essential Force I (MEF I 2009-2014):

– 6 Pesawat latih Grob G 120TP, Jerman
– 6 Pesawat latih KT 1 Wong Bee, Korsel
– 7 Helikopter AKS AS565 MBe Panther, Perancis
– 5 Helikopter AH-64E Apache Guardian, AS
– 6 Helikopter AS550 dan AS555 Fennec, Perancis
– 2 Pesawat angkut C-30H Hercules, Australia
– 2 Radar militer Weibel, Denmark
– 1 Kapal selam KRI Ardadedali-404, Korsel
– 1 Kapal LPD (Landing Platform Dock), PAL
– 4 Kapal LST (Landing Ship Tank), Galangan swasta nasional
– 4 Battery Peluru Kendali Mistral, Perancis
– 4 Battery Peluru Kendali Starstreak, Inggris
– 2 Battery Peluru Kendali Nasams. Norwegia

Sedangkan berikut ini adalah Alutsista yang masih dalam tahap sign pengadaan dan proses yang masuk dalam program MEF II (2014-2019) :

– 11 Jet tempur Sukhoi Su-35, Rusia
– 6 Helikopter Combat SAR EC725 Caracal. Perancis
– 3 Helikopter Bell-412 EP, PTDI
– 2 Pesawat C295, Spanyol – PTDI
– 9 Pesawat NC-212, PTDI
– 1 Pesawat CN-235, PTDI
– 4 KCR (Kapal Cepat Rudal), PAL
– 2 Kapal PKR Sigma 10514, Belanda-PAL
– 2 Kapal buru ranjau, Jerman
– 1 Kapal OPV, Galangan swasta nasional
– 1 Kapal selam KRI 405, Korsel-PAL
– 4 Kapal Patroli Cepat, Galangan swasta nasional.

 

Tugas dan Fungsi Seorang Tentara

Peran TNI

Tentara Nasional Indonesia atau TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam melaksanakan tugasnya menurut kebijakan dan keputusan politik negara.


Fungsi TNI

  • TNI sebagai alat pertahanan negara, berfungsi sebagai pencegah terhadap setiap bentuk ancaman bersenjata dan ancaman militer dari luar dan dalam negeri terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa.
  • Penindak terhadap setiap bentuk ancaman seperti yang dimaksud pada ayat (1) huruf a.
  • Pemulih terhadap situasi keamanan negara yang terganggu akibat pengaruh kekacauan keamanan.
  • Dalam melaksanakan fungsi seperti yang dimaksud pada ayat (1), TNI merupakan komponen utama sistem pertahanan negara.

 

Tugas TNI

  • Tugas pokok TNI ialah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari gangguan dan ancaman terhadap keutuhan bangsa dan negara.
  • Tugas pokok seperti yang dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan:

       a. operasi militer untuk perang:
       b. operasi militer selain perang, yaitu untuk:
  • Mengatasi gerakan separatis bersenjata.
  • Mengatasi pemberontakan bersenjata.
  • Mengatasi aksi terorisme.
  • Mengamankan wilayah perbatasan.
  • Mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis.
  • Melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri.
  • Mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya.
  • Memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta.
  • Membantu tugas pemerintahan di daerah.
  • Membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam undang-undang.
  • Membantu mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia.
  • Membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan.
  • Membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue). Serta,
  • Membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan, perompakan dan penyelundupan.
  • Ketentuan seperti yang dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara.

    “Tunaikan Sumpah dan tugas kewajiban sebagai perajurit Negara Republik Indonesia, yang sanggup menjamin keamanan dan keselamatan nusa dan bangsanya”

 

Pasukan Elite Indonesia Yang Ditakuti Dunia

Pasukan Elite Indonesia

Hampir setiap negara memiliki pasukan elite yang bertugas menjaga kedaulatan bangsa, termasuk Indonesia. Berikut ini beberapa pasukan elit yang dimiliki Indonesia:


1. Denjaka (Detasemen Jala Mangkara)

Denjaka

Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) merupakan sebuah detasemen pasukan khusus TNI Angkatan Laut.

Bentuk latihan: Selain fisik prima, calon Denjaka juga dituntut memiliki IQ tinggi. Selama menjalani pendidikan. Teori di kelas hanya 20%. Mereka harus mampu menyusup dengan terjun payung, bergerak lincah di laut dengan daya tahan tinggi, serta survive di darat. Dengan tangan dan kaki dalam kondisi diikat, para prajurit tersebut dibuang ke laut ganas. Mereka harus mampu bertahan sekaligus menyelamatkan diri. Latihan mereka cukup berat. Dalam kondisi kaki dan tangan diikat pun bisa hidup.

 

2. Yontaifib (Batalyon Intai Amfibi)

Yontaifib Batalyon Intai Amfibi

Batalyon Intai Amfibi atau disingkat YonTaifib ialah sebuah satuan elit dalam Korps Marinir seperti halnya Grup 3/Sandhi Yudha Kopassus dalam jajaran TNI Angkatan Darat.

Bentuk latihan: Para siswa Intai amfibi menggelar Daki Serbu dengan mendaki tebing setinggi 15 meter dengan kemiringan 90 derajat, Raid Amfibi, improvisasi bahan peledak, tembakan serbuan munisi tajam/Dopper serta renang dan dayung menembus gelombang pantai Selatan. Tak hanya latihan, mereka diuji kemampuannya untuk melakukan Hell Week, Menembak Senjata Ringan, Menembak Senjata Bantuan, Tahap Kelautan, Tahap Komando Hutan, Tahap Intai Amfibi, Lintas Medan Banyuwangi-Surabaya, Terjun Static, Terjun Bebas dan Tahap Intelijen di sejumlah wilayah latihan di Jawa Timur.

 

3. Denbravo (Detasemen Bravo 90)

Denbravo Detasemen Bravo 90

Denbravo terbilang pasukan khusus Indonesia yang paling muda pembentukannya. Baru dibentuk secara terbatas di lingkungan Korps Pasukan Khas TNI-AU pada 1990, Bravo berarti yang terbaik.

Bentuk latihan: Banyak latihan yang mereka lakukan untuk memperkuat kemampuan anti teror dengan mengikuti beberapa latihan seperti; latihan infiltrasi laut yang bertujuan untuk penyerbuan pangkalan udara lepas pantai di pusat latihan Denjaka, latihan Underwater Demolition (UDT) yang dilakukan di sarana latihan Kopaska, sampai latihan penjinakan bom yang dilakukan di Pusdikzi Gegana Polri.

 

4. Kopaska (Komando Pasukan Katak)

Kopaska Komando Pasukan Katak

Kopaska merupakan Pasukan elit TNI Angkatan Laut (AL)

Bentuk latihan: Setiap calon prajurit wajib mengikuti latihan ekstrim dan mematikan Kopaska, yakni Hellweek. Semua calon Paska tidak pernah diberi tahu kapan rangkaian Hellweek akan dimulai. Bisa saja secara tiba-tiba saat mereka belajar di kelas, atau saat tidur terlelap. Pada bagian akhir latihan Hellweek, para anggota baru disimulasikan melakukan misi penyerangan ke sebuah target di kawasan.

 

5. Kopassus 

Latihan Ekstrim Kopassus

Ada 3 tahap pendidikan dasar yang berlangsung selama 20 hari terutama saat penyeleksian prajurit elit Kopassus, yakni latihan dasar komando, penjelajahan dan survival di dalam gunung dan hutan, serta pendaratan laut


Tahapan yang paling sulit dirasakan oleh prajurit adalah ketika sesi pelolosan dan kamp tawanan yang berlangsung selama 1 hari penuh. Mereka akan dilepaskan satu persatu dari tempat rahasia yang berada di Pulau Nusakambangan, Cilacap.


Tanpa dibekali apapun, prajurit tersebut harus mampu melarikan diri dari kejaran musuh (yang dilakukan oleh para instruktur). Rekayasa pelatihan ini bisa berupa tembakan ataupun dikejar sampai tertangkap.

Para prajurit yang tertangkap akan dimasukkan ke dalam sel tahanan, diinterogasi dan disiksa sampai buka mulut. Mereka harus mampu berenang di kedalaman laut sambil membawa senjata dan memikul beban perbekalan berat.

Leave a Reply